BUMDes Cililitan Diguncang Prahara Dugaan Penyimpangan Dana Menguat, Warga Dorong Inspektorat dan APH

BUMDes di Desa Cililitan Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah pengurus internal, termasuk sekretaris dan bendahara, berdasarkan Informasi tidak dilibatkan dalam proses pengelolaan maupun penggunaan anggaran yang seharusnya dijalankan secara transparan dan kolektif.

Kondisi tersebut memicu ketegangan di tubuh BUMDes. Sekretaris dan bendahara bahkan dikabarkan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri karena merasa kewenangan dan fungsi mereka diabaikan. Dugaan adanya manipulasi administrasi dan pengelolaan keuangan secara sepihak oleh ketua BUMDes kini menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah desa.
Menyikapi persoalan tersebut, pihak pemerintah desa, inspektorat, serta aparat penegak hukum (APH) diharapkan melakukan pemeriksaan dan penelusuran secara menyeluruh guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran dalam pengelolaan dana BUMDes. Hingga berita ini diturunkan, proses klarifikasi dan pengumpulan keterangan dari berbagai pihak masih berlangsung.

Penelusuran tim media, konflik internal mencuat sejak ketua BUMDes mengelola dana secara tidak transparan, salah satu pengurus BUMDes, dirinya mengaku sama sekali tak di libatkan dan tidak tau apa - apa. 

" Saya tak di libatkan, dana 100 juta di tambah 10 Juta dari Banprov juga di tambah penyetoran dari pengurus BUMDes sebelumnya sekitar Rp. 17 juta jadi semuanya Rp. 127  Juta semuanya di gondol ketua dan entah seperti apa mekanisme pembelajaannya kami tidak tau, bahkan sempet di panggil BPD untuk di mintai keterangan tapi ketua tidak datang pak " Tegas pengurus BUMDes yang namanya enggan di sebut dalam berita.

Adanya Polemik yang makin memanas dalam tubuh BUMDes Cililitan membuat Tokoh masyarakat Desa Cililitan angkat Bicara,  pada media Ujang mengatakan bahwa dirinya mendorong Inspektorat segera melakukan pemeriksaan dan audit dan APH segera turun melakukan penyelidikan jangan sampai aroma bau penyimpangan menyengat terus menjadi isu liar di masyarakat.

(Red)