Jual benih jagung bantuan pemerintah, Korluh Munjul Gondol uang puluhan juta

Pandeglang, beritaviral

Dadang yang saat ini menjabat kordinator penyuluh (Korluh ) di kecamatan munjul diduga kuat telah menjual bibit jagung bantuan pemerintah tahun 2026. Program jagung merupakan program ketahanan pangan salah satu Asta cita presiden Prabowo Subianto, demi terwujudnya program swa sembada  pangan ini semua stakeholder di gerakan.

Semua bahu membahu mewujudkan program ketahanan pangan prioritas presiden Prabowo ini mulai dari pemerintah pusat hingga daerah, bahkan aparat penegak hukum TNI dan Polri dari pusat hingga tingkat Polsek semua bergerak ikut terlibat dalam penanaman jagung. 

Kolaborasi antara APH dan kelompok tani juga terjadi di Kecamatan Munjul. Kapolsek  beserta anggota aktif dalam pendampingan dan pembinaan petani dan Kapolsek bahkan tahun ini berencana melakukan penanaman sendiri.

Sangat di sayangkan ketika program yang sangat positif yang di prioritaskan Presiden ini malah di rusak oleh kerakusan segelintir orang. Benih nya diduga kuat malah di jual oleh oknum yang justru seharusnya mengawal program ini.

Kordinator Penyuluh (Korluh ) Dadang diduga menjual benih jagung bantuan pemerintah tahun 2026. Berdasarkan penelusuran sekitar 36 Poktan di kecamatan munjul mendapatkan bantuan benih 2026 rata rata setiap kelompok mendapatkan jumlah benih antara 600-675 kg.

menurut pengakuan beberapa kelompok penerima bantuan, modus yang di lakukan Dadang dalam mengelabui setiap kelompok adalah dari yang menerima 600 kg mereka hanya di berikan 200 kg, kemudian 200 kg nya di potong oleh BPP, lalu yang 200 kg nya di jual oleh dadang seharga 4000 rupiah jumlahnya Rp. 800 ribuan di berikan ke kelompok. kalau yang di jual per kelompok rata rata 4-5 kintal x 36 kelompok bisa di bayangkan berapa nilai kerugian uang negara akibat ulah oknum petugas nakal ini dan petani terus terusan menjadi korban.

" Muhun kang, 2 kintal ku kelompok, 2 kintal jatah BPP, 2 kintal dei di bere dalam bentuk uang TI pa Dadang jumlahna 800 ribu ", 

Menurut keterangan dari pemilik gudang di daerah Munjul menurutnya di sini hanya menyimpan sedikit saja buat foto foto dan sisanya di jual langsung oleh pa Dadang. 

" Enya, langsung di jual. Didie mah Ngan foto-fotoan doang " Tegasnya 

Dari sekitar 10 kelompok tani yang di datangi oleh media semua hampir sama, mereka menyatakan di ambil 2 kintal dan bhkan ada yang lebih. Ada juga beberapa kelompok yang bhkan belum menerima benih ataupun uang. 

Atas dasar ini, beberapa kelompok tani di kecamatan munjul akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dan mendorong Aparat penegak hukum dalam hal ini Polsek Munjul, Polres Pandeglang dan Polda Banten di minta untuk segera melakukan penyelidikan jangan sampai kejadian semacam ini terus berulang dan petani terus menjadi korban.

Sementara Dadang Korluh Munjul belum memberikan keterangan klarifikasinya, pihak media masih membuka ruang klarifikasi dan hak jawabnya. 

(Red)

Postingan populer dari blog ini

Tak Layak Konsumsi, Menu MBG Gabin di Picung Dikeluhkan Orang Tua Siswa

Program MBG Bukan Untuk Perkaya Konglomerat Tapi Bangkitkan Ekonomi Lokal